annisa.aulia10's blog

information, task, or anything…

CERITA INSPIRASI #2 – diri sendiri

September15

Nama : Annisa Putri Aulia

NRP : G84100094

Laskar 12

Saat saya di tingkat akhir SMA, sekolah saya mendapat undangan dari IPB (PMDK). Saya pun ikut dan menyerahkan berkas saya ke pihak sekolah untuk di kirim ke IPB. Ibu saya adalah orang yang sangat kritis, beliau penasaran dan memutuskan menelepon ke IPB untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Yang mengangkat telepon ibu saya saat itu, sebut saja, ibu S. Ibu S ini mengatakan kepada ibu saya agar datang langsung ke IPB untuk berbicara lebih lanjut. Ibu saya setuju dan mengajak saya langsung ke IPB. Di sana kami bertiga berbicara panjang lebar mengenai IPB, ibu saya menunjukkan kepada S rapor saya dari semester 1-5. S berjanji kepada ibu saya untuk memberitahukan melalui telepon mengenai informasi PMDK yang saya ikuti. Saya dan ibu pun pulang.

2 minggu setelah pertemuan itu, S menelepon ibu saya dan mengatakan bahwa saya diterima di IPB, padahal pengumuman resminya masih sekitar 1 bulan lagi. Kami sekeluarga sangat gembira mendengarnya, dan memberitahukan kabar gembira ini kepada seluruh keluarga besar saya. S meminta kepada ibu saya untuk bertemu kembali agar dapat berbicara dengan leluasa, dan S meminta ibu saya untuk membawakan jeruk! Ibu saya setuju dan benar-benar hanya membawakan jeruk pesanannya.

Sebulan kemudian pengumuman resmi datang ke sekolah saya, dan ternyata saya tidak diterima di IPB! Saya sangat kecewa mendengar kabar itu, Ibu juga malu karena telah berbicara ke seluruh anggota keluarga. Salah satu anggota keluarga saya memberitahu ibu saya bahwa sebenarnya oknum S itu menginginkan “uang pelicin”, dia bilang kalau jaman sekarang susah cari sekolah tanpa uang. Melihat kesedihan ibu saya, sayapun bertekad bahwa saya HARUS masuk ke IPB dengan usaha saya sendiri, tanpa suap! Saya mengikuti tes SNMPTN dengan bersungguh-sungguh. Saya ingin membuktikan kepada ibu, keluarga, dan S kalau saya sanggup masuk IPB, murni dengan kemampuan saya sendiri. Alhamdulillah.. saya di terima di IPB. Ibu saya sangat gembira mendengar kabar itu. Satu harapan sayapun terwujud — Membuat ibu saya bangga.

Saya sangat sedih ternyata masih ada oknum-oknum tidak bertanggung jawab seperti S. Sikapnya yang mungkin dia anggap sepele, sebenarnya dapat menghancurkan nama baik satu institusi. Padahal saya yakin ibu S ini adalah orang yang berpendidikan. Satu bukti kebobrokan mental bangsa. Semoga di ampunkan dosa ibu S dan terimakasih karena telah memicu saya untuk membuktikan bahwa kita dapat meraih semuanya dengan doa dan kerja keras.

CERITA INSPIRASI #1 – orang lain

September15

nama : Annisa Putri Aulia

NRP : G84100094

Laskar 12

Ada sebuah kisah nyata dari seseorang bernama Monty Roberts -seorang peternak sukses asal San Ysidro- yang sangat menginspirasi saya. saya membaca kisah tersebut dalam buku berjudul “Chicken Soup-Inspiring Stories”. Kisah tersebut berisi tentang seorang laki-laki remaja anak pelatih kuda keliling yang menjual keahliannya dari kandang ke kandang, dari satu arena pacuan kuda ke arena lainnya, dan dari peternakan ke peternakan, untuk melatih kuda. Akibatnya karir sekolah anak remaja itu terputus. Ketika duduk di kelas terakhir sekolah menengah, dia diminta menulis makalah sepanjang 7 halaman yang berisi tentang cita-citanya bahwa entah kapan dia akan memiliki sebuah peternakan kuda. Dia menulis minpinya secara rinci dan dia bahkan menggambarkan diagram peternakannya seluas 80 hektar, lengkap dengan lokasi semua bangunan, kandang, dan arena pacu. Selanjutnya dia menggambar denah untk rumah seluas 375 meter persegi yang akan dia bangun di tanah peternakannya. Dia mencurahkan seluruh hatinya dalam mengerjakan tugas itu dan keesokan harinya dia menyerahkan makalah itu kepada gurunya. 2 hari kemudian gurunya mengembalikan kembali makalah tersebut dengan nilai F besar yang ditulis dengan tinta merah terpampang di depannya, desertai sebuah catatan yang berbunyi ‘temui saya sepulang sekolah’. Anak dengan mimpi itu datang menemu gurunya sepulang sekolah dan bertanya ‘mengapa saya mendapat nilai F?’, lalu gurunya berkata ‘ini mimpi yang sangat tidak realistis bagi remaja sepertimu. Kau tidak punya uang. Kau berasal dari keluarga yang berpindah-pindah. Kau tidak mempunyai sumber daya apapun. Memiliki tanah pertanian menuntut uang dalam jumlah banyak. Kau harus membeli tanah, kau harus membeli kuda-kuda yang bermutu. Tidak ada kemungkinan kau akan meraihnya. Jika kau mau menulis ulang makalah ini dengan sasaran yang lebih realistis, barangkali saya dapat neninjau kembali nilaimu’. Pemuda itu pulang untuk memikirkannya lama sekali. Dia bertanya pada ayahnya tentang yang harus diperbuatnya. Ayahnya berkata ‘lihat ya nak, kau harus memecahkannya sendiri. Bagaimanapun menurut ayah, ini adalah keputusan yang penting sekali bagimu’. Akhirnya setelah merenungkannya selama seminggu, anak itu mengumpulkan makalah yang sama, tanpa perubahan apapun. Kepada sang guru ia berkata ‘anda boleh tetap memberi saya nilai F, tapi saya juga akan tetap mempertahankan mimpi saya’

30 tahun kemudian, sang guru bersama 30 orang muridnya berkunjung ke sebuah peternakan seluas 80 hektar dengan sebuah rumah didalamnya seluas 375 meter persegi. sang guru kaget melihat sesuatu yang digantung di atas perapian rumah itu. si pemilik peternakan pun datang dan memberitahu sang guru bahwa ialah bekas muridnya 30 tahun lalu yang sempat hampir dipatahkan semangatnya oleh sang guru. sang gurupun berkata ‘maafkan aku nak, karena telah meragukanmu. aku merasa menjadi seorang guru perenggut mimpi. aku telah merenggut mimpi murid-muridku, banyak sekali. untungnya kau bukanlah orang yang mudah menyerah.’

pesan yang dapat saya petik dari kisah tersebut adalah : “Jangan biarkan siapapun merenggut mimpi-mimpimu, ikuti kata hatimu, apapun itu”